Hiswana Migas Bantah Fuel Pump Mobil Rusak Karena Tangki SPBU Kotor

July 28, 2010 at 7:43 am | Posted in News, Tentang Pertamina | Leave a comment

Kalangan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tergabung dalam Himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana Migas) menepis dugaan kerusakan fuel pump kendaraan disebabkan kotornya tanki di SPBU.

“Buktinya tidak semua kendaraan yang mengisi di SPBU tersebut mogok,” ujar Ketua Umum  Hiswana Migas, Eri Purnomo Hadi saat dihubungi detikFinance, Rabu (28/7/2010).

Lagipula, lanjut Eri, di setiap dispenser pump SPBU sudah ada filter penyaring BBM. Jika tanki timbun BBM di SPBU kotor maka akan terkena lebih dulu dispensing pump SPBU dan akan macet lebih dulu terus rusak.

Eri menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sampai saat ini belum ditemukan fakta yang menjurus ke arah kualitas maupun tanki yang kotor.

“Jadi secara logika jika masalah nya dikaitkan dengan SPBU sungguh tidak masuk akal dan berlebihan. Karena  kalau masalahnya BBM di  SPBU logikanya semua mobil yang mengisi BBM di SPBU tersebut harus rusak atau mogok mobilnya. Kenyataannya fuel pump rusak hanya terjadi pada mobil tertentu dan mengisi secara acak di semua SPBU,” tegasnya.

Dugaan fuel pump rusak karena tangki SPBU yang kotor sebelumnya dilontarkan Dirjen Migas ESDM Evita Legowo. Ia menduga kerusakan fuel pump karena tangki SPBU yang kotor karena berdasarkan hasil uji sementara dari sejumlah SPBU menunjukkan premium yang dijual sudah sesuai spek.

Dihubung secara terpisah, Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas),  Tubagus Haryono menyatakan pihaknya telah melakukan uji petik terhadap sampel BBM jenis premium di Pool Taxi Gamya Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hasil sementara uji petik tersebut menunjukkan premium yang dari tangki timbun (Buttom to top) memiliki RON 89,9  dan berwarna kuning keruh.

Sementara untuk sample premium yang diambil dari Nozzle Dispenser, justru memiliki RON yang lebih tinggi yaitu  90,3 dengan warna kuning jernih. Sedangkan, dari saringan Fuel Pump Mobil yang Mogok, nilai RON menurun drastis ke level 88,1 dan berwarna hitam gelap.

“Dari pemeriksaan RON ternyata masih memenuhi spek. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan secara acak dari SPBU di Condet,” ungkapnya.

Tubagus menambahkan, untuk memperkuat hasil sementara uji petik tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Lembaga Minyak dan Gas bumi (Lemigas) untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai impurities (kotoran) yang ada dalam BBM tersebut.

“Nanti hasilnya akan diketahui dalam waktu satu minggu,” tambahnya. (detik.com)

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: