Pertamina ajak ATPM dalami kasus fuel pump

July 27, 2010 at 4:30 am | Posted in News, Tentang Pertamina | Leave a comment

PT Pertamina (Persero) meminta Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk mendalami bersama masalah kerusakan fuel pump pada kendaraan mobil yang diduga diakibatkan oleh penurunan spesifikasi bensin yang dijual perusahaan pelat merah tersebut.

“Mohon kami dan ATPM sama-sama mendalami [masalah kerusakan tersebut]. Berdasarkan spesifikasi, pada dasarnya hasil pengujian menunjukkan bensin RON 88 sudah bagus dan sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan Ditjen Migas,” kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo kepada Bisnis hari ini.

Vice President Pemasaran BBM Ritel Pertamina Denny Wisnuwardhani mengatakan saat ini perusahaan sudah melakukan uji sampel terhadap 14 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan uji sampel di 5 SPBU di Jatibening, yang diduga menjadi area pertama munculnya dugaan pemasaran bensin RON 88 di bawah spesifikasi, diketahui produk yang dipasarkan di atas spesifikasi sesuai Keputusan Dirjen Migas 3674 K/24/DJM/2006 tentang Standar dan Mutu BBM Jenis Bensin yang dipasarkan.

“Begitu ada kabar di Internet mengenai keluhan kualitas Premium kami sebar orang-orang [untuk melakukan uji sampel]. Hasil pengujiannya RON di atas 88 semua. Jatibening ada 5 SPBU. Isu pertama kan di sana, clear on spec semua. Sekarang di seluruh area di Jabodetabek sudah dilakukan cek secara acak sebanyak 14 SPBU,” katanya.

Denny mengatakan pengecekan sebenarnya telah dilakukan sejak dari kilang, depot, tanki sampai akhirnya dicurahkan di SPBU. Di setiap titik tersebut, katanya, diambil sampling untuk diuji cepat.

Berdasarkan sertifikat pengujian yang sudah ada, diketahui nilai kandungan sulfur Premium hanya 0,01—0,03 atau setara 100—300 ppm, yang lebih rendah dibandingkan dengan ketentuan spesifikasi yang ditetapkan Ditjen Migas, yaitu 0,05 atau setara 500 ppm. Adapun, melalui pengujian yang sama rata-rata nilai oktan Premium mencapai 89 atau lebih tinggi dari ketentuan, yaitu 88.

Sebelumnya, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan ada kemungkinan kerusakan terjadi akibat mobil-mobil pengguna bensin RON 88 sebelumnya menggunakan bensin RON 90. Kemungkinan tersebut, katanya, karena untuk memenuhi kebutuhan bensin RON 88, Pertamina harus mengimpor yang biasanya memiliki spesifikasi lebih tinggi.

“RON 88 itu kita kan terbatas. Jadi untuk itu diperoleh dari impor yang bisa jadi memiliki RON lebih tinggi walaupun itu dihitungnya tetap RON 88. Tetapi, mungkin yang rusak itu karena mereka benar-benar menggunakan RON 88 saat ini,” katanya.

Ditanya mengenai hal itu, Djaelani tidak menjawab pertanyaan Bisnis. Namun, dia mengatakan memang terdapat perbedaan spesifikasi teknis antara RON 88 dan 90.

“Banyak sekali perbedaannya selain RON, sulfur, gum, juga distiliasi,” katanya. (bisnis.com)

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: